Sinode
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang Gereja Bethany
    • Visi Misi
    • Pengakuan Iman
    • Kepengurusan
    • KORDA
  • News
    • Kilas Sinode
    • Ragam Peristiwa
    • Artikel Lepas
  • Galeri
  • Pastoral
    • Pernikahan
    • E-Materi
  • Leadership
  • Gereja Lokal
  • Kontak
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Archive for category: Leadership

Takut Karena Melihat?

June 5, 2025/in Leadership

“Marilah kita … berlomba … dengan mata yang tertuju kepada Yesus” (Ibrani 12:1,2)

Dunia hari-hari ini masih hangat membicarakan tentang  terorisme dan ancamannya lainnya. Tak ketinggalan tentang gejolak kesulitan ekonomi dan ketakutan kehabisan uang sebelum waktunya. Mungkin juga krisis pribadi. Akibat dari krisis, tak  ada jalan keluar yang dapat diramalkan. Dijamin sukses  atau sebaliknya alami kegagalan yang terlalu berat untuk ditanggung.

Coba  simak kehidupan seorang wanita di abad 20 yang sempat  menanggung kesedihan, penderitaan, dan rasa sakit hati. Ini dia, Corrie ten Boom. Ia harus menjalani kehidupan seperti di neraka saat tinggal di kamp konsentrasi Nazi—sebuah tempat tanpa harapan bagi kebanyakan orang. Namun ia dapat bertahan untuk menceritakan imannya yang tidak goyah dan pengharapannya yang teguh kepada Allah.

Ia telah melihat wajah si jahat. Ia menyaksikan berbagai tindakan paling tidak manusiawi yang dilakukan manusia kepada sesamanya. Dan ketika keluar dari kamp konsentrasi, ia berkata, “Jika Anda melihat dunia ini, Anda akan sedih. Jika Anda melihat ke dalam diri Anda, Anda akan tertekan. Namun jika Anda memandang Kristus, Anda akan tenang.”

Ke mana Anda mengarahkan pandangan? Apakah Anda memusatkan perhatian pada dunia dan bahaya di dalamnya? Apakah Anda sedang memandang diri Anda dan berharap mendapat jawaban bagi diri sendiri? Atau apakah Anda sedang memandang Yesus, Sang Pencipta dan Penyempurna iman Anda? (Ibrani 12:1,2). Dalam dunia yang serba tak pasti ini, kita harus tetap memandang Yesus, yaitu berharap padaNya —rhb

 

Kalau Melihat kesulitan seperti rasa cemas dan takut tiada hentinya, karena itu pandanglah Tuhan yang lebih besar daripada masalah yang kita hadapi

https://bethany.or.id/wp-content/uploads/2025/04/Untitled.png 480 498 s1nod3adm https://bethany.or.id/wp-content/uploads/2026/05/Logo-Header-WEB-MEi-2026-HAKI-300x79.png s1nod3adm2025-06-05 08:18:022025-05-28 12:36:04Takut Karena Melihat?

Baca FirmanNya !

June 4, 2025/in Leadership

“……. bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar” (1Timotius 4:13)

Kita diberkati dengan banyaknya versi terjemahan Alkitab saat ini, sehingga kita tidak begitu menyadari bahwa salah satu versi terjemahan telah digunakan lebih dari 350 tahun oleh bangsa-bangsa yang berbahasa Inggris. Kini banyak orang tidak mengenal istilah Alkitab terjemahan King James seperti “thee”, “thou” (engkau), dan “verily” (sangat). Padahal, ada sesuatu yang indah saat mendengar kata-kata tersebut dibacakan dengan keras, terutama bila yang dibacakan adalah Mazmur 23 yang terkenal itu.

Dalam buku God’s Secretaries, penulis Adam Nicolson menceritakan bahwa terjemahan King James peka terhadap bunyi. Ia bercerita bahwa ada dua belas orang duduk dalam ruangan sambil mendengarkan Alkitab versi King James yang dibacakan dengan keras. Mereka merasa bahwa yang membuat ayat tertentu dapat dipahami dengan baik tidak hanya karena ketepatan penerjemahan dari bahasa aslinya, tetapi juga karena keindahan bunyi dari kata-kata yang dibacakan.

Paulus memahami kuasa dari firman Tuhan yang diucapkan. Kepada gembala muda Timotius, ia memerintahkan untuk mengadakan pembacaan Alkitab di depan umum: “Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar” (1Timotius 4:13).
Firman Allah menggugah hati ketika masuk ke telinga orang percaya. Jadi, Alkitab terjemahan versi apa pun yang Anda baca pada saat teduh Anda, doa keluarga, atau pada kebaktian di gereja, ingatlah akan kuasa dari firman Tuhan yang diucapkan. Carilah kesempatan untuk membaca Alkitab dengan suara keras –rhb

Tuhan Berbicara kepada kita melalui FirmanNya, sediakanlah waktu untuk kita membaca dan merenungkannya.

 

https://bethany.or.id/wp-content/uploads/2025/04/Untitled.png 480 498 s1nod3adm https://bethany.or.id/wp-content/uploads/2026/05/Logo-Header-WEB-MEi-2026-HAKI-300x79.png s1nod3adm2025-06-04 08:18:022025-05-28 12:35:52Baca FirmanNya !

KEAMANAN

June 3, 2025/in Leadership

“Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu” (Mazmur 31:21)

Sebuah Sekolah Dasar di Jepang sedang menguji sistem untuk meningkatkan keamanan para siswa yang sekaligus dapat memberi ketenangan bagi para orangtua mereka. Setiap siswa mengenakan sebuah pin yang akan mengirim sinyal ke radio penerima di gerbang sekolah, dan komputer akan mencatat kapan setiap siswa memasuki atau meninggalkan sekolah. Sistem tersebut secara otomatis akan mengirimkan e-mail untuk memberi tahu kepada para orangtua apakah anak-anak mereka telah tiba atau telah meninggalkan sekolah. Di kota-kota besar, di mana anak-anak kerap kali harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk menuju sekolah, sistem tersebut mendapat pujian dari para orangtua dan anak-anak pun menyukainya.

Di dunia yang penuh bahaya ini, kita perlu menyadari bahwa keamanan dan perlindungan kita yang utama berada di tangan Allah. Daud teringat bagaimana ia suatu kali merasa seolah-olah terpisah dari pertolongan Tuhan. Namun ia belajar bahwa dalam situasi yang mengecewakan sekalipun, Allah akan melindungi mereka yang takut kepada-Nya “dalam naungan wajah-Nya; … Dia akan melindungi mereka dalam pondok” (Mazmur 31:21).

Allah selalu mengetahui di mana kita berada. Tak ada tempat di mana Dia tidak dapat melihat kebutuhan dan mendengar jeritan kita. “Engkau mendengar suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong” (ayat 23).  “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu,” sang pemazmur menyimpulkan, “hai semua orang yang berharap kepada Tuhan” (ayat 25) –rhb

Dunia berusaha menjamin keamanan warganya, namun jauh lebih aman jika Tuhan beserta kita dan kita hidup dalam tanganNya.

https://bethany.or.id/wp-content/uploads/2025/04/Untitled.png 480 498 s1nod3adm https://bethany.or.id/wp-content/uploads/2026/05/Logo-Header-WEB-MEi-2026-HAKI-300x79.png s1nod3adm2025-06-03 08:18:022025-05-28 12:35:40KEAMANAN

PANDANG YESUS SAJA

June 1, 2025/in Leadership

Cara kita memandang suatu “kondisi/ situasi” memiliki dampak yang lebih besar pada kehidupan daripada “kondisi/ situasi” itu sendiri. Anda mungkin pernah melihat respon yang berbeda saat ada orang Kristen sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Seorang Kristen tampak tenang dalam menghadapi sakitnya, bahkan masih ada ucapan syukur keluar dari bibirnya. Namun seorang Kristen yang lain nampak cemas dan berada dalam ketakutan.

Alkitab mencatat, meskipun Rasul Paulus tidak melakukan kejahatan, ia mendapati dirinya dikurung secara tidak adil. Namun ditengah kondisi yang tanpa harapan, dia tahu tak akan rugi. Jika Kaisar memutuskan untuk mengeksekusinya, dia akan segera bersama Kristus, dan itu adalah pilihan yang jauh lebih baik di mata Rasul Paulus. Sebaliknya, jika Allah mengizinkannya untuk hidup, maka ia dapat melanjutkan pelayanan bagi kerajaan Allah. Sehingga ia berkata, “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Filipi 1:21).

Ketika kita ‘diselamatkan’ hidup kita terikat erat dengan ‘Juruselamat.’ Walau disekeliling kita ada begitu banyak persoalan, Kristus yang berdiam di dalam diri kita akan melakukan sesuatu yang terbaik bagi kita. Segala yang kita hadapi, Dia hadapi. Situasi kita yang sulit dan menyakitkan adalah suatu kesempatan untuk membiarkan Kristus bersinar melalui hidup kita. Ketika Dia adalah hidup kita, maka apa pun yang terjadi, kita tidak akan kehilangan apa pun, termasuk segala sesuatu untuk diraih. Jadi marilah kita mengarahkan mata kita pada Tuhan Yesus Kristus. [law]

https://bethany.or.id/wp-content/uploads/2025/04/Untitled.png 480 498 s1nod3adm https://bethany.or.id/wp-content/uploads/2026/05/Logo-Header-WEB-MEi-2026-HAKI-300x79.png s1nod3adm2025-06-01 01:18:032025-06-26 06:08:04PANDANG YESUS SAJA

Saat Rasa Takut Datang

May 29, 2025/in Leadership

“Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (2 Timotius 1: 6-7)

Ketakutan adalah suatu perasaan emosi yang dapat bermanfaat atau sebaliknya. Akan  bermanfaat jika hal itu dikaitkan dengan ‘penghormatan’ terhadap Tuhan. Dampaknya akan  menjauhkan kita dari dosa. Ini rasa takut yang ‘sehat’ sebab hal itu memperingatkan kita dari bahaya. Tetapi seringkali kita diganggu oleh jenis ketakutan yang berbeda, dimanan dapat membuat kita bersikap tidak taat kepada Allah.  Hal ini dikarenakan seseorang   berakar dan fokus pada dirinya  daripada beriman kepada Tuhan.

Rasul Paulus berpesan kepada Timotius sebagai Gembala jemaat untuk mengobarkan kasih karunia Allah, dan tidak kopromi denga roh ketakutan. Berikut beberapa hal yang patut direnungkan:

Mampu vs Tidak Mampu. Ketika situasi yang buruk muncul, kita mungkin menjadi cemas karena melihat diri  sendiri, bahwa  kita tidak mampu  menghadapi  situasi tersebut. Namun, sebenarnya persolan bukan pada situasinya tetapi pemikiran kita yang salah dan itu dapat menyebabkan rasa takut. Kemampua kita itu memang terbatas tetapi Tuhan tidak terbatas kemampuanNya. Dialah yang membuat kita memadai untuk apa pun yang Dia bawa ke dalam hidup kita (2 Korintus 3: 4-5).

Standar Tuhan vs. Standar kita. Banyak dari kita menetapkan tujuan untuk diri kita sendiri yang tidak realistis. Standar semacam itu memberikan tekanan yang tidak semestinya dan menimbulkan kecemasan ketika kita gagal. Meskipun kita mungkin yakin  bahwa tujuan-tujuan itu adalah sepertinya  yang Tuhan harapkan, namun bisa jadi sebenarnya itu  tujuan kita sendiri. Kita harus membiarkan Tuhan mengarahkan langkah-langkah kita sehingga rencana-Nya tercapai, bukan rencana kita sendiri (Amsal 16: 9).

Rahmat vs Rasa Bersalah. Beberapa dari kita takut membuat kesalahan, karena kita hidup dengan rasa bersalah atas sesuatu yang telah kita lakukan di masa lalu dan menganggap Tuhan masih tidak senang tentang hal itu. Namun, Alkitab meyakinkan kita bahwa di dalam Kristus, semua dosa kita sudah diampuni dan kesalahan kita sudah dihapuskan (Rm. 8: 1). Saat  rasa takut muncul, lepaskan pandangan mata Anda terhadap persoalan, jawablah dengan kebenaran Firman Tuhan, dan biarkan iman menggantikannya. (law)

https://bethany.or.id/wp-content/uploads/2025/04/Untitled.png 480 498 Pdt Anang https://bethany.or.id/wp-content/uploads/2026/05/Logo-Header-WEB-MEi-2026-HAKI-300x79.png Pdt Anang2025-05-29 01:00:532025-05-29 04:48:10Saat Rasa Takut Datang
Page 2 of 212
Search Search

Latest News

  • LAGU WORSHIP COLLABORATION PROJECT GEREJA BETHANY- AKU PERCAYAApril 17, 2026 - 11:35 am
  • LAGU WORSHIP COLLABORATION PROJECT GEREJA BETHANY- SEMUA KARENA KASIHMUApril 7, 2026 - 2:36 pm
  • LAGU WORSHIP COLLABORATION PROJECT GEREJA BETHANY – KAULAH PENGHARAPANKUApril 7, 2026 - 2:15 pm
  • LAGU WORSHIP COLLABORATION PROJECT GEREJA BETHANY – KUMENYEMBAHMUApril 7, 2026 - 2:14 pm
  • LAGU WORSHIP COLLABORATION PROJECT GEREJA BETHANY- SEGENAP HATIKUApril 7, 2026 - 2:13 pm

SITUS RESMI SINODE GEREJA BETHANY INDONESIA

Mewujudkan kebersamaan Pelayanan di dalam pengabdian kepada Tuhan Yesus Kristus dan jemaatNya melalui ikatan persekutuan “Successful Bethany Families.”

© Copyright - Bethany.or.id
  • Link to Youtube
Scroll to top Scroll to top Scroll to top