DITOLAK TAPI DIKASIHI
Tuhan Menyertai Yusuf (Kejadian 39:2)
Seorang gadis kecil berusia 8 tahun menulis surat kepada seorang tokoh Kristen untuk meminta nasihat. Ia bertanya bagaimana cara supaya ayahnya mau menyimpan foto dirinya. Ia berkata bahwa ayahnya membawa-bawa foto adik laki-lakinya dalam dompet (wajah adiknya itu mirip sang ayah), juga foto saudarinya yang cantik berusia 15 tahun. Tetapi ketika gadis kecil itu memberikan foto dirinya, sang ayah malah memasukkannya ke dalam laci. Tampaknya ia tidak cukup cantik untuk ayahnya.
Penderitaan akibat penolakan sangatlah nyata dalam dunia kita: anak yang ditolak oleh orangtuanya, istri yang diabaikan oleh suaminya, atau seseorang yang dikhianati oleh temannya.
Yusuf pasti merasakan penderitaan dalam hatinya ketika saudara-saudaranya sendiri menjualnya kepada para pedagang budak Midian. Sakit hatinya pastilah tidak tertahankan. Tetapi ia mampu mengatasi cobaan tersebut. Caranya adalah:
– Ia tetap bertahan dalam persekutuannya dengan Allah (Kejadian 39:2).
– Ia melakukan tugasnya dengan baik (ayat 4-6).
– Ia menolak untuk terjerumus ke dalam pencobaan (ayat 7-12).
– Ketika ia ditolak oleh atasannya, dan ketika mengalami ketidakadilan, ia tetap setia kepada Allah (ayat 20-23).
Penolakan atas diri kita bisa dilakukan oleh siapa saja. Tetapi bagi umat percaya, tidak akan pernah ada penolakan oleh Allah. Karena itu bersandarlah kepadaNya. Kasih dan perhatian-Nya akan memelihara kita.[jdb/rhb]
Keberadaan kita barangkali tak begitu diterima orang, namun Tuhan tak pernah menolak kita


